Selasa, 24 November 2015

Top 20 Anime Maskot Terlucu

Top 20 Anime Maskot Terlucu

Jumat, 20 November 2015





Jepang adalah salah satu negara yang menyukai maskot. Hampir seluruh lapisan perusahaan apa pun itu memiliki maskotnya sendiri untuk menarik perhatian pengunjung. Pengunaan maskot ini pun tidak lepas dari anime, walau nyatanya tidak semua maskot yang ada dibentuk sebagai maskot pada awalnya.

Situs charapedia melakukan survei dan bertanya anime maskot manakah yang menurut mereka merupakan anime maskot terlucu.

Demografi:

Periode survei: 12-18 November 2015
Total responden: 10.000
Pria / Wanita: 57.7% / 42.3%
Remaja / 30 tahunan : 70.8% / 29.2%
Total nama maskot: 72

Berikut adalah top 20 anime maskot terlucu versi charapedia


20.Sonic – Kekkai Sensen (102 poin)
19.Tanuki – Gekkan Shoujo Nozaki-kun (105 poin)
18.Kon – Bleach (110 poin)
17.Piyo-chan – Uta no Prince-sama (115 poin)
16.Hawk Nanatsu no Taizai (116 poin)
15.Shiloh – Crayon Shin-chan (145 poin)
14.Mokona – Magic Knight Rayearth (134 poin)
13.Taromaru – Gakkou Gurashi! (145 poin)
12.Haro – Gundam (160 poin)
11.Happy - Fairy Tail (168 poin)
10.Gekota – Toaru Majutsu no Index (198 poin)

Top 20 Anime Maskot Terlucu Versi Charapedia

9.Tetsuya #2 - Kuroko no Basuke (240 poin)

Top 20 Anime Maskot Terlucu Versi Charapedia

8.Elizabeth – Gintama (251 poin)

Top 20 Anime Maskot Terlucu Versi Charapedia

7.Cerberus – Cardcaptor Sakura (255 poin)

Top 20 Anime Maskot Terlucu Versi Charapedia

6.Tippy – Gochuumon wa Usagi Desu ka? (274 poin)

Top 20 Anime Maskot Terlucu Versi Charapedia

5.Pikachu – Pokemon (302 poin)

Top 20 Anime Maskot Terlucu Versi Charapedia

4.Nyanko-sensei – Natsume Yuujinchou (319 poin)

Top 20 Anime Maskot Terlucu Versi Charapedia

3.Kyuubey – Madoka Magica (330 poin)

Top 20 Anime Maskot Terlucu Versi Charapedia

2.Sadaharu – Gintama (343 poin)

Top 20 Anime Maskot Terlucu Versi Charapedia

1.Tony Tony Chopper – One Piece (444 poin)

Top 20 Anime Maskot Terlucu Versi Charapedia

Website: http://www.charapedia.jp/research/0094/
Read More ->>

Guitar Hero Live: Sensasi Jadi Rockstar, Digilai Sampai Dicaci

Muhammad Alif Goenawan - detikinet

Selasa, 24/11/2015 10:12 WIB
Guitar Hero Live: Sensasi Jadi Rockstar, Digilai Sampai Dicaci
Jakarta - Dari sekian banyak game yang dirilis di tahun 2015, Guitar Hero Live jadi salah satu yang paling dinanti. Selain karena lamanya mereka vakum dari jagat dunia game -- selama lima tahun -- Guitar Hero Live pun dianggap menawarkan sensasi baru di segmen game music rhythm.

Bersama dengan developer FreeStyle Games, Activision selaku publisher dari Guitar Hero Live berusaha untuk mengubah tampilan serta kontrol dari waralaba game yang sudah malang melintang selama 10 tahun itu. Di saat pesaingnya, Harmonix masih menampilkan Rock Band 4 dengan gameplay dan kemasan yang begitu-begitu saja, Activision justru berani tampil beda.

Lantas bagaimana pengalaman detikINET dalam menjajal Guitar Hero Live? Simak reviewnya berikut ini.

Kontrol Baru Hitam Putih



Sebelum masuk ke pembahasan lebih jauh, pertama-tama yang harus diketahui adalah Guitar Hero Live kini tampil dengan kontrol baru. Terlepas dari penggunaan lima baris tombol warna-warni yang dulu biasa dipakai, FreeStyle Games kini merampingkannya hanya menjadi tiga baris tombol. Warnanya pun tak seheboh dulu, hanya ada hitam dan putih.

Lupakanlah fakta bahwa Anda pernah memiliki skill dahsyat di era Guitar Hero terdahulu. Karena pada kenyataannya, bermain Guitar Hero Live berarti juga Anda harus mempelajari kontrol baru ini dari awal.

Ya, ini juga terjadi pada detikINET ketika pertama kali memainkan game ini. Untungnya, sebelum benar-benar mulai bermain, Anda akan diajak untuk belajar di mode tutorial.

Guitar Hero Live bisa dibilang menjadi game yang mahal. Mengapa? Karena untuk bisa bermain game ini Anda membutuhkan sebuah kontroler gitar. Sedangkan seperti yang diketahui, ketika pertama kali rilis di Indonesia, game ini dibanderol dengan harga bundle kontroler gitar yang mahal, yakni Rp 1,7 juta.



Awalnya kami mengira bahwa kontroler gitar ini aksesoris belaka. Namun ketika mencoba untuk memainkan dengan menggunakan Dual Shock kontroler, game tak mau dijalankan. Hal ini cukup mengagetkan, dimana sejatinya gitar kontroler merupakan aksesoris tambahan yang bisa dipakai oleh gamer ketika akan bermain Guitar Hero di seri sebelumnya.

Berbicara mengenai desain, kontroler gitar terbaru ini memiliki ukuran yang tak berbeda jauh dengan versi sebelumnya. Ya, Freestyle Games tidak memberikan perubahan banyak di bagian bodi gitar. Strum bar, tombol power, dan whammy bar masih berada di posisi yang sama.



Hanya saja, di bodi kontroler gitar terbaru ini kedatangan dua tombol baru, yakni Hero Power dan tombol akses langsung ke Guitar TV. Tombol Hero Power tak lebih sebagai tombol yang bisa dimanfaatkan oleh gamer ketika ingin mengeluarkan Hero Power tapi tak sempat atau merasa repot untuk menghentakkan gitar ke atas. Seperti yang diketahui, Hero Power ini berfungsi sebagai buff yang bisa mengkalikan skor menjadi dua.

Dari bagian bodi, kita beranjak ke bagian atas, yakni leher gitar. Seperti yang dikatakan di awal, Anda hanya memainkan not atau kunci yang terdiri dari tiga baris yang terdiri dari warna hitam dan putih. Karenanya, FreeStyle Games menghadirkan enam buah tombol yang terdiri dari tiga tombol hitam di atas dan tiga tombol putih di bawah.

Sensasi Konser Band Sesungguhnya



Semua mode permainan di Guitar Hero Live detikINET berani jamin 'fresh from the oven'. Game ini menyajikan mode permainan yang tidak pernah hadir di seri sebelumnya atau bahkan judul game manapun.

Ada dua mode permainan yang bisa dipilih oleh gamer, yakni Guitar Hero Live dan Guitar Hero TV. Pertama-tama detikINET akan membahas mode yang pertama, yakni Guitar Hero Live.

Harus diakui, mode ini menghadirkan sensasi permainan berbeda dari yang pernah ditawarkan di seri Guitar Hero sebelumnya. Sesuai dengan namanya, Guitar Hero Live akan menyuguhkan aksi panggung dari sederet band bentukan Activision dan FreeStyle Games. Bila dulu Anda disajikan dengan grafis animasi yang kasar, maka kini Activision menggunakan sudut pandang orang pertama dari sang gitaris.



Anda akan diajak berkeliling dari konser ke konser dengan band yang berbeda-beda. Masing-masing band punya ciri khas dan genre musik yang berbeda satu sama lain. Yearbook Ghost misalnya, karena genre musik yang dimainkan lebih ke arah punk rock, maka musik-musik yang dimainkan memiliki nuansa atau genre serupa. Sebut saja, The Rock Show karya Blink 182 atau The Anthem-nya Good Charlotte.

Begitu pula dengan band lainnya. Rata-rata dari band tersebut hanya bermain di satu tema konser. Namun, adapula band yang bermain di dua tempat, seperti band The Jephson Hangout dan Broken Tide. Meski semua band bisa dipastikan fiksi atau karangan, bukan berarti mereka tidak bisa menawarkan acting atau performa yang kuat. Anda bahkan bisa mencari tahu siapa basis The Jephson Hangout yang menggoda atau misalnya siapa keyboardis Portland Cloud Orchestra yang cantik.



Sama halnya dengan band, semua gigs atau konser yang digelar hanyalah rekayasa. Sedikitnya ada dua tema konser yang dihadirkan, yakni Rock the Block dan SoundDial. Cukup diakui, di sini FreeStyle Games sukses menyulap studio menjadi lokasi konser yang megah.

Salah satu arena konser yang menarik menurut kami adalah Rock the Block. Sesuai namanya, konser yang dihadiri sekitar ratusan ribu penonton ini digelar di blok jalanan kota di Amerika Serikat. Tentu saja, di kehidupan nyata, belum ada konser semegah ini sampai memblokir hampir seluruh blok jalan.



Yang menarik dari Guitar Hero Live adalah suasana konser yang bisa berubah tergantung dari permainan Anda. Ya, baik penonton atau bahkan personil band Anda sekalipun bisa berubah menjadi marah apabila permainan gitar Anda sangat buruk. Sebaliknya, bila permainan Anda bagus, penonton dan personil band akan bersorak dan mengelu-elukan apabila permainan gitar bagus dan stabil hingga akhir lagu.

Guitar Hero TV



Bosan bermain Guitar Hero Live, mungkin Anda bisa menjajal mode permainan yang satunya, yakni Guitar Hero TV. Secara gambaran, Guitar Hero TV ini bak channel musik MTV yang bisa Anda mainkan. Lho? Ya, bila pada MTV, kita hanya menjadi penonton yang pasif, maka di Guitar Hero TV Anda lah yang memainkan video klip musik, lewat petikan gitar tentunya.

Berbeda dengan Guitar Hero Live yang hanya memiliki jumlah lagu terbatas, di Guitar Hero TV jumlah lagunya bisa mencapai ratusan. Semuanya memiliki genre dan era yang beragam, mulai dari rock, pop, hingga metal. Mulai dari jamannya Quuen dan Megadeath, sampai One Direction hingga Echosmith. Pokoknya lengkap, tinggal pilih.



Hanya saja, bila ingin memainkan lagu yang ada di dalam Song Catalog, Anda membutuhkan satu Play poin untuk satu lagu. Play poin bisa didapatkan dengan cara membeli menggunakan Hero Coin atau koin emas di Guitar TV Store dan atau mendapatkan ketika naik level. Hero Coin bisa dibeli dengan menggunakan uang cash, sedangkan koin emas bisa didapatkan ketika Anda menyelesaikan satu lagu.

Besar kecilnya koin emas yang didapat tergantung dari peringkat multiplayer dalam menyelesaikan sebuah lagu. Bila Anda menempati peringat pertama atau dengan kata lain permainan gitar Anda bagus, maka koin emas yang diaapat akan besar pula. Selain untuk membeli Play poin, koin emas juga bisa dipakai untuk meng-updgrade gitar.

Susunan lagu dalam Song Catalog memang secara default tersusun berdasarkan alfabet. Pun begitu, Anda bisa melakukan filter dengan menyusunnya berdasarkan genre ataupun era lagu. Anda juga bisa menyusun playlist lagu-lagu yang Anda sukai sebelum akhirnya bermain. Jadi, Anda bisa langsung memainkan 10 lagu sekaligus misalnya, tanpa harus kembali lagi ke menu Song Catalog.



Menu utama Guitar Hero TV tersambung dengan server Guitar Hero, dimana akan terus memainkan lagu-lagu dari dua channel Guitar Hero TV yang diputar non-stop selama 24 jam. Anda bisa langsung bergabung dan memainkan musik yang diputar di salah satu channel kapan pun Anda mau.

Setiap channel akan memutarkan ragam musik yang berbeda setiap setengah jam sekali. Sebagai contoh, pada pukul 21:00, channel 1 akan memutarkan 'Rock is Here', sementara channel 2 akan memutarkan 'Indie Goes Big', maka musik-musik dengan tema itulah yang akan menemani Anda selama setengah jam ke depan.

Bermain di channel Guitar Hero TV tidak membutuhkan Play poin. Anda bisa dengan bebas bermain sembari mengasah kemampuan Guitar Hero tanpa dikenakan Play poin. Hanya saja, lagu-lagu yang diputar diacak sesuai dengan tema musik. Mau main musik metal? Maka Anda harus menanti 'Metal Workout' yang mungkin akan diputar dalam waktu satu jam mendatang.



Terakhir yang menjadi salah satu fitur Guitar Hero TV adalah hadirnya Guitar Hero TV Premium (GHTV Premium). Memiliki cara bermain yang sama dengan Song Catalog, GHTV Premium akan menyuguhkan ragam lagu baru yang tidak muncul di dalam katalog. Namun, untuk bisa memainkan lagu-lagu ekskulsif tersebut, Anda harus menuntaskan paling tidak tiga lagu yang telah disiapkan.

Tiap-tiap genre memiliki syarat tersendiri. Kadang Anda harus memilih tingkat kesulitan minimal Regular ke atas atau minimal perolehan empat bintang untuk bisa menyelesaikan satu lagu. Tapi, adapula yang bebas memilih tingkat kesulitan dengan batas perolehan bintang tiga. Jika Anda tidak sabar dan ingin segera memainkan, Anda bisa memakai Hero Coin.

Opini detikINET



Bermain Guitar Hero Live merupakan sebuah pengalaman baru tersendiri bagi penikmat game music rhythm. Harus diakui, ketika membandingkan dengan Rock Band 4 yang menjadi saingan head to head, Guitar Hero Live lah yang keluar sebagai pemenang. Tak hanya dari segi penyajian visual, kontroler baru Guitar Hero Live lebih mendekati pada pengalaman bermain gitar sungguhan.

Ketimbang Anda hanya menggerakkan jari ke kiri dan ke kanan (skema tombol 5 warna lawas), tombol terbaru ini terasa lebih sulit. Walaupun Anda hanya butuh tiga jari untuk memainkan kontroler. Untungnya tidak ada kata game over apabila permainan gitar Anda buruk.

Anda bisa terus menerus memainkan musik meskipun Anda gagal memencet ke tiga baris not. Paling tidak, ya itu tadi, Anda akan disoraki atau ditimpuki oleh penonton di Guitar Hero Live. Sementara di Guitar Hero TV, bila permainan buruk, maka skor yang ditorehkan akan kecil. Hal ini berpengaruh terhadap kenaikan level Anda.

Namanya juga Guitar Hero, logikanya ya pasti mainnya harus memakai gitar. Ya, inilah yang tampaknya ingin diperlihatkan oleh Activision. Entahlah, harus merasa senang atau tidak. Tapi yang bikin kami kurang sreg adalah game ini sayangnya tidak bisa dimainkan tanpa menggunakan kontroler gitar seperti yang terjadi di seri sebelumnya.

Meski menawarkan lokal multiplayer, tapi jika tidak punya kontroler gitar apalah artinya fitur tersebut. Di samping itu, fitur lokal multiplayer ini dirasa kurang begitu greget. Pasalnya, baik player satu maupun player dua sama-sama memainkan posisi lead guitar. Tidak ada posisi rhythm guitar sebagaimana band sungguhan.

Dengan harga game yang selangit (perhitungan bundle kontroler gitar), namun untungnya Activision tidak serakah dengan mengganjar DLC berbayar. Ya, semua lagu yang ada di Guitar Hero TV gratis. Meski ada Hero Coin untuk membuka akses langsung GHTV Premium. Toh, pada kenyatannya Anda bisa memainkan itu dengan bersabar memainkan tiga lagu pembuka terlebih dahulu.

Lagu yang dihadirkan cukup beragam dan terbilang banyak. Tapi sayangnya, tidak begitu banyak lagu yang familiar. Tidak seperti seri Guitar Hero sebelumnya yang langsung dibanjiri dengan musik atau lagu-lagu top 40.

Terakhir yang mungkin menjadi salah satu hal yang mengecewakan adalah kualitas video klip yang tampil tidak dengan resolusi full HD. Karenanya, ketika memainkan di televisi dengan layar yang besar, 40 inch misalnya, jadi kurang greget dan terlihat pecah.

(mag/ash)
sumber:detiknet
Read More ->>

Star Wars: Battlefront Paling Laris di PS4

Muhammad Alif Goenawan - detikinet

Selasa, 24/11/2015 08:54 WIB
Star Wars: Battlefront Paling Laris di PS4 Star Wars: Battlefront
Jakarta - Star Wars: Battlefront telah resmi melenggang di sejumlah platform, yakni PlayStation 4, Xbox One, dan PC. Dari ketiga platform tadi, PlayStation 4 menempati urutan pertama sebagai platform yang paling banyak jumlah pemainnya.

Kabar ini muncul dari sebuah situs statistik bernama Player Stats Network. Dari situs tersebut terlihat bahwa dalam waktu 24 jam, game besutan Electronic Arts itu mampu meraih jumlah total 188.171 gamer yang bermain bersamaan di PlayStation 4.

Angka tersebut terpaut jauh dengan jumlah concurrent gamer di Xbox One yang hanya mencapai 113.696, menyusul PC dengan jumlah hanya 48.292. Ini artinya, meski jumlah keduanya digabung, masih tetap belum bisa mengalahkan jumlah gamer Star Wars: Battlefront di PlayStation 4.

"Kami tidak menghitung ini sendiri. Angka tersebut keluar langsung dari masing-masing platform," tulis Player Stats Network, dikutip detikINET dari Ubergizmo, Selasa (24/11/2015). Tentu saja, angka yang muncul tidak bisa mewakili jumlah penjualan game secara keseluruhan.

Hingga kini, pihak EA belum mau mengungkap berapa total penjualan Star Wars: Battlefront. Meski begitu, paling tidak dengan angka tadi menunjukkan bahwa penjualan paling banyak ditorehkan di platform PlayStation 4.

Ini jelas mewujudkan harapan Lauren Bradley, Marketing Manager Sony PlayStation, dimana beberapa waktu lalu Ia sempat mengatakan pendapat, bahwa gamer game shooter akan berpaling ke PlayStation 4.


(mag/rou)
sumber:detiknet
Read More ->>

Xbox Two Sudah Dipersiapkan Microsoft?

Muhammad Alif Goenawan - detikinet

Senin, 23/11/2015 16:08 WIB
Xbox Two Sudah Dipersiapkan Microsoft? Ilustrasi (ist)
Jakarta - Kabar mengenai pengembangan perangkat gaming konsol generasi penerus nyatanya tak menimpa Sony. Microsoft selaku pemilik Xbox One pun ikut dikabarkan tengah mengembangkan perangkat konsol terbaru, Xbox Two.

Seperti diketahu, baik PlayStation 4 maupun Xbox One sama-sama menggunakan chipset semi-modifikasi besutan AMD, yakni APU (Accelerated Processing Unit) yang menggunakan mikroarsitektur berbasis Jaguar. Karenanya, ketika AMD berencana menawarkan sebuah chipset terbaru untuk PlayStation 5, Microsoft pun turut kebagian kabar tersebut.

Adapun chipset terbaru yang nantinya bakal dipasok sebagai otak Xbox Two ini dikatakan memiliki performa lima kali lebih kencang ketimbang Xbox One. Dikutip detikINET dari Value Walk, Senin (23/11/2015), chipset ini juga dibekali kemampuan untuk mengolah grafis 4K, dukungan penuh terhadap virtual reality (VR), dan tak ketinggalan backward compatibility.

Fitur fenomenal ini nantinya dikatakan akan menjadi fitur bawaan langsung ketika Xbox Two dirilis. Tak hanya Xbox Two, PlayStation 5 pun dikatakan juga akan memiliki fitur serupa.

Selain itu, baik Xbox Two maupun PlayStation 5 diperkirakan akan hadir dengan fitur streaming game yang lebih baik. Banyak yang meyakini bila streaming game akan menjadi tren tersendiri di kalangan gamer konsol di kemudian hari. Meski begitu, Ben Wilson, Editor PlayStation Magazine, mempercayai bahwa Sony dan Microsoft tetap akan mempertahankan game fisik (disc) pada perangkat terbarunya itu nanti.

Game digital sendiri memang bukanlah hal baru. Game jenis ini bisa Anda temui dengan mudah di masing-masing toko aplikasi, Xbox Live dan PlayStation Store. Sementara untuk game streaming sendiri bisa diakses melalui PlayStation Now, dimana fitur ini menawarkan ratusan judul game PlayStation 3 yang bisa dimainkan di PlayStation 4.

Baik Xbox Two maupun PlayStation 5 diperkirakan akan hadir di tahun 2018. Jadwal yang terlampau cepat dari perkiraan, di mana bila mengacu dari life cycle, Xbox 360 dan Xbox One memiliki jarak terpaut delapan tahun. Dengan masa penggunaan sekitar satu dekade.


(mag/fyk)
sumber:detiknet
Read More ->>

Sony Mulai Garap PlayStation 5?

Muhammad Alif Goenawan - detikinet

Senin, 23/11/2015 12:30 WIB
Sony Mulai Garap PlayStation 5?
Jakarta - Tak dipungkiri, PlayStation 4 menjadi perangkat gaming konsol terkuat saat ini. Menariknya, meski bisa dibilang masih seumur jagung, sang pembesut Sony dikabarkan sudah mengembangkan perangkat gaming konsol generasi berikutnya, yakni PlayStation 5.

Ketika berbicara mengenai industri game, khususnya konsol, life cycle dari perangkat itu sendiri memiliki masa yang cukup panjang. Bila mengacu dari pergantian PlayStation 3 ke PlayStation 4, banyak yang berpendapat bahwa Sony baru akan merilis konsol berikutnya di 2020.

Itu artinya, PlayStation 4 akan mampu bertahan sekitar tujuh sampai 10 tahun sejak jadwal perilisan yang jatuh di tahun 2013 lalu. Namun, belum juga sampai di 2020, sudah muncul kabar mengenai perangkat penerus dari PlayStation 4.

Kabar ini bersumber dari pemasok otak perangkat, yakni AMD. Dikutip detikINET dari Game N Guide, Senin (23/11/2015), produsen komputasi chip ternama asal Amerika Serikat ini menawarkan sebuah prosesor yang mampu menghadirkan pengalaman gaming 4K kepada gamer.

Televisi atau monitor dengan grafis 4K mungkin saat ini masih menjadi barang yang mahal untuk bisa diboyong ke dalam rumah. Namun, bisa jadi ketika PlayStation 5 terjun ke pasar nanti, televisi dengan pengalaman grafis memukau itu sudah menjadi perangkat yang masif.

Sony sendiri baru saja merilis smartphone pertama dengan grafis 4K, Xperia Z5 Premium. Sebuah indikasi bahwa produsen teknologi raksasa Jepang ini mulai melirik teknologi 4K.

Tak hanya soal 4K, chipset yang disiapkan oleh AMD ini kabarnya juga memiliki performa lima kali lebih kuat dibanding yang dipakai oleh PlayStation 4.

Tak kalah penting, chipset tersebut sudah mendukung sepenuhnya teknologi virtual reality (VR), dimana saat ini Sony tengah mengembangkan headset VR pertamanya, PlayStation VR.

Kabar mengenai pengembangan PlayStation 5 ini seolah dipertegas dengan kemunculan sebuah lowongan kerja yang diposting Sony. Perusahaan yang bermarkas di Tokyo, Jepang ini, membuka lowongan untuk anak perusahannya, Sony Computer Entertainment of America yang diduga kuat memiliki relevansi pengembangan PlayStation 5.


(mag/rns)
sumber:detiknet
Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.

Find Us On Facebook

Translate

Video Of Day